Pasukan salib terdiri dari para ksatria Ordo Templars dan Ordo Hospitaler, Kingdom of Jerusalem, Oultrejordain, dan County of Tripoli. Para pemimpin/baron di pasukan salib tidaklah bersatu total karena adanya friksi-friksi lama yang muncul kembali yang berimbas pada kepentingan-kepentingan politik masing-masing kekuasaan.
Perpecahan yang pertama adalah perpecahan antara pemimpin ksatria Templars dari Inggris yang bernama Gerard de Rideford (4) dengan Comte Raymond III Tripoli. Kejadiannya karena Raymond mengingkari janjinya untuk menikahkan Gerard de Rideford yang dulu merupakan bawahannya di County of Tripoli dengan Putri Botrun yaitu Lucia de Botrun. Karena sakit hati maka Gerard bergabung dengan Ksatria Templars dan kemudian menjadi pemimpinnya. Sakit hati dan kemarahan terhadap Raymond terus dibawanya hingga terjadi perselisihan politik di Kerajaan Yerusalem.
Perpecahan yang kedua adalah terkait dengan Putri Sybilla yang merupakan Putri dari Raja Yerusalem Amalric I dan Ratu Agnes. Setelah suaminya William Longsword (keponakan Raja Perancis Louis VII) meninggal dunia, maka banyak para baron/Raja kecil yang ingin menikahi Putri Sybilla, namun sang Putri sudah jatuh cinta kepada Baldwin D’Ibelin yang merupakan kakak Balian D’Ibelin. Malangnya Baldwin D’Ibelin ditangkap Sultan Shalahuddin pada tahun 1179 M, sehingga rencana pernikahannya batal. Kemudian di tahun 1180 M Raymond III Tripoli dan Bohemond III of Antioch bermaksud menikahi Putri Sybilla, namun karena desakan Ratu Agnes Courtenay yang merupakan Ibu Putri Sybilla, maka sang putri dinikahkan dengan Ksatria Salib yang berasal dari Poitiers, Perancis Barat yaitu Guy of Lusignan. Keluarga Lusignan tiba di tanah suci Yerusalem setelah diusir oleh Raja Richard the Lionheart(keturunan Normandy) karena pembunuhan bangsawan Norman di Poitiers, Perancis.
Raja Yerusalem Baldwin IV si Lepra (Ibnu Jubair mengatakan Baldwin IV Al Khinzir) meninggal th 1185 M dengan meninggalkan pewaris Baldwin V anak dari William Longsword(sudah mati) dan Putri Sybilla yang merupakan saudarinya. Otomatis tahta Yerusalem diserahkan pada Baldwin V yang muda dan sebagai wali raja adalah Raymond III Tripoli. Namun Raja Baldwin V meninggal th 1187 M, kemudian terjadi kegoncangan di Kerajaan Yerusalem. Terjadi perpecahan antara golongan Raymond III Tripoli yang didukung keluarga Ibelin dari Ramalah terhadap Putri Sybilla dan suaminya Guy of Lusignan yang di dukung oleh Gerard de Rideford. Yang menjadi penengah dalam friksi ini adalah Balian D’Ibelin, dan akhirnya tahta Yerusalem jatuh ke tangan Guy of Lusignan. Comte Raymond III Tripoli kemudian mengundurkan diri dan balik ke kota Tiberias ke tempat istrinya dan memimpin disana.